Rabu, Oktober 15, 2008

Memoles Jaringan Selama Lebaran

Gatra No 47 / XIV 8 Okt 2008

Trafik percakapan dan SMS pada masa Lebaran melonjak. Operator seluler ramai-ramai mendongkrak kapasitas jaringan demi menghindari kegagalan komunikasi.

Kesibukan tampak di ruangan Single Network Operation Center (SNOC) Kantor Pusat Indosat, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu pekan lalu. Sebanyak 36 ahli jaringan transmisi dan seluler mencermati layar komputer. Mereka memantau performa jaringan Indosat dan siaga menangani laporan kerusakan di titik mana pun.

Perbaikan kerusakan bisa seketika dilakukan di SNOC bila kerusakannya minor. Demi menjaga keberlangsungan komunikasi di titik yang bermasalah, peranti jaringan cadangan segera diaktifkan. Atau bisa juga dengan mengalihkan ke jalur lain yang tak terganggu.

Tugas para insinyur itu makin berat menjelang Lebaran. Maklum, berdasarkan pengalaman tahun-tahun silam, lalu lintas percakapan dan SMS (short messaging services) meningkat pesat. Terutama pada dua hari Lebaran. Kenaikan tahun ini diperkirakan dua kali lipat dari hari biasa.

Pada kondisi normal, jumlah trafik SMS Indosat mencapai 203 juta, sedangkan percakapan sebanyak 4 milyar menit. "Kami menaikkan kapasitas jaringan hingga dua kali lipat karena targetnya tak boleh ada kegagalan komunikasi," kata Direktur Utama Indosat, Johnny Swandy Sjam.

Penambahan kapasitas itu, Johnny melanjutkan, sudah dilakukan jauh-jauh hari. Anggarannya sekitar 85% dari total dana belanja modal Indosat tahun ini, yaitu US$ 1,4 milyar. Hasilnya, sampai akhir Juni 2008, mereka punya 12.064 base transceiver station (BTS), 262 base station controller (BSC), dan 70 mobile switching center (MSC).

Kesiapan jaringan ini akan didukung dengan tim command center di SNOC, yang bertugas memantau performa jaringan 24 jam sejak H-5 hingga H+2. Tim ini juga menjadi komandan bagi tim-tim serupa di daerah kantong mudik Lebaran, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Kesibukan serupa Indosat juga dilakukan semua operator telepon seluler lainnya. PT Excelcomindo Pratama (XL) siap mengantisipasi lonjakan lalu lintas suara yang lebih besar daripada lonjakan SMS. Mereka mengaku sudah menambah kapasitas jaringan sebanyak satu setengah hingga dua kali lipat di daerah tujuan mudik.

''Jaringan kami kini diperkuat dengan 14.000 BTS, baik 2G maupun 3G. Juga jaringan fiber optic di sepanjang Pulau Jawa yang tersambung melalui jaringan kabel bawah laut ke Pulau Sumatera, Batam, Kalimantan, dan Sulawesi,'' kata Presiden Direktur XL, Hasnul Suhaemi. Ia memperkirakan, promo tarif layanan XL membuat lonjakan trafik percakapan pada musim Lebaran tahun lalu melampaui lonjakan trafik SMS.

Lalu lintas percakapan pada H-1 sampai H+1 Lebaran 2007 naik hampir 600% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2006. Terdapat 350 juta panggilan yang terjadi pada H-1 Lebaran 2007 dan hampir 350 juta panggilan pada hari-H Lebaran. Pola ini kemungkinan besar terulang, mengingat promo gencar masih terus dilangsungkan XL.

Berbalut tajuk ''Gema Ramadhan XL'', mereka punya program promo ''Nelpon Sampe Puas'' dan ''SMS Semaumu'', yang menggratiskan percakapan dan SMS di jam-jam tertentu. Pada saat ini, trafik SMS di hari-hari normal pada jam sibuk mencapai 2.500 pesan per detik, dengan total SMS 60 juta per hari. Sementara lalu, lintas percakapan rata-rata 380 juta per hari.

Promo besar-besaran juga dilakukan PT Telkomsel. Operator dengan 58 juta pelanggan ini menggratiskan SMS sejak pukul 00.00 sampai 06.00 waktu setempat selama bulan puasa. Program ini diperkirakan menyumbang kenaikan trafik SMS menjelang Lebaran. Toh, Telkomsel sama sekali tak khawatir bakal terjadi gangguan jaringan akibat padatnya lalu lintas SMS.

Direktur Utama Telkomsel, Kiskenda Suriahardja, menyatakan bahwa Telkomsel meningkatkan kapasitas short messaging service center (SMSC)-nya menjadi 43.000 SMS per detik, dari hanya 23.200 SMS per detik. ''Kalau tahun lalu kami bisa melayani 400 juta SMS per hari, kini kami tingkatkan dua kali lipat lagi kapasitasnya," ujarnya.

Ia menegaskan, dengan dukungan 24.000 BTS dan sistem intelligence network (IN), Telkomsel sanggup melayani 65 juta pelanggan. Aksi pemolesan jaringan oleh para operator seluler cukup layak diapresiasi, di tengah munculnya keluhan pelanggan atas penurunan kualitas layanan telepon di Indonesia.

Namun bukti nyata masih harus ditunggu sampai masa Lebaran lewat. Jika ternyata jaringan mereka jebol, pemerintah siap bertindak. "Kami tak akan main-main dan akan memberikan teguran keras,'' kata Kepala Humas Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi (Ditjen Postel), Gatot S. Dewa Broto.

***

Lebaran berarti berkah bagi produsen ponsel dan operator yang menjual ponsel bundling. Angka penjualan mereka bisa meningkat pesat karena konsumen punya anggaran tambahan dari tunjangan hari raya (THR). Vanda Laura, Manager Product Group Marketing Sony Ericsson Indonesia, mengungkapkan bahwa kenaikan penjualan ponsel mereka menjelang Lebaran terjadi di semua segmen.

Namun, sesuai dengan tren pasar, kenaikan penjualan tertinggi ada di segmen ponsel berharga di bawah Rp 1 juta. "Kenaikan penjualan ini akan terus berlanjut hingga akhir tahun," kata Vanda. Tak beda dari Sony Ericsson, penguasa pasar ponsel Indonesia dan dunia, Nokia, juga mengalami peningkatan penjualan ponsel selama musim mudik Lebaran.

Grafik penjualan mulai meninggi dua pekan sebelum Lebaran sampai akhir tahun, dengan penyerapan paling banyak tetap di kota-kota besar seperti Jakarta. Corporate Communication Manager Nokia Indonesia, Regina Hutama, menuturkan bahwa posel kelas bawah paling banyak diincar masyarakat.

Namun, ia yakin, ponsel pintar berfitur navigasi juga akan laku di pasar selama musim Lebaran. "Karena navigasi ini yang akan membantu orang untuk mudik," ujar Regina. Karena itu, Nokia meluncurkan dua ponsel terbaru berfitur GPS, yaitu Nokia 6210 Navigator dan Nokia 6220 Classic, di awal bulan puasa, yang masing-masing dibanderol Rp 4,3 juta dan Rp 4 juta.

Dua ponsel itu memakai aplikasi Nokia Maps 2.0, yang didukung dengan layanan pencarian POI (point of interest) seperti hotel dan restoran pada saat mudik. Daerah yang sudah tercakup dalam peta adalah Pulau Jawa dan Bali.

Berdasarkan data International Data Corporation (IDC) Indonesia, selama kuartal kedua 2008, penjualan ponsel mencapai 6 juta unit. Naik 74,9% dari kuartal kedua 2007. Penjualan terbanyak terjadi di segmen ponsel berharga di bawah Rp 1 juta, yaitu sebanyak 4,8 juta unit. Sedangkan ponsel kelas menengah meraup penjualan 800.000 unit dan ponsel pintar meraup 400.000 unit.

Menurut Ashadi Cahyadi, Senior Analyst Telecommunication Research IDC, pertumbuhan pesat itu didukung banyaknya inovasi produk yang dikembangkan para produsen ponsel, sehingga menekan harga jual produk baru di pasaran. Capaian penjualan ponsel selama semester kedua 2008 juga akan lebih baik dari semester pertama.

Salah satu indikasinya, keberhasilan Bakrie Telecom menjual 100.000 unit Hape Esia Hidayah dalam waktu dua pekan pada awal bulan Ramadan. Ponsel buatan Huawei senilai Rp 299.000 ini sarat dengan fitur Islami, seperti Al-Quran lengkap 30 juz dan terjemahannya serta azan.

Astari Yanuarti

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar