Rabu, Oktober 15, 2008

Ponsel Pintar Adu Desain dan Kecepatan

Gatra No 44 / XIV 17 Sep 2008


Kehadiran iPhone 3G memicu tren ponsel pintar dengan dua fungsi, hiburan dan profesional. Vendor ponsel papan atas berlomba membuat produk yang memadukan kecepatan akses data, layar multisentuh, aplikasi bisnis, serta desain menarik.

Heboh Apple iPhone 3G di Amerika Serikat dan belasan negara lain berembus pula hingga ke Indonesia. Paling tidak, dua produk ponsel pintar yang mengklaim diri sebagai pesaing iPhone 3G sudah lebih dulu menyapa pasar Tanah Air per akhir Agustus lalu. Yakni Samsung Omnia dan Blackberry Bold.

Omnia merupakan andalan Samsung di jajaran ponsel pintar multimedia. Desain fisik Omnia tak beda jauh dengan iPhone 3G yang dikenal dengan layar lebar multisentuh. Selain itu, Omnia dibekali pula beberapa fitur unggulan yang tak dimiliki iPhone. Antara lain, kecepatan transfer data HSDPA hingga 7,2 mbps serta kamera 5 megapixel (MP).

Sementara Blackberry Bold adalah peranti buatan Research in Motion (RIM). Ponsel pintar ini tampil lebih modis. Selain itu, fitur multimedia yang disodorkan juga lebih bagus dibandingkan dengan seri Blackberry sebelumnya yang lebih dikenal dengan aplikasi push e-mail itu.

Selama ini, RIM berhasil menjerat hati sekitar 14 juta pekerja profesional di seluruh dunia untuk membeli Blackberry. Ponsel ini banyak disukai karena menyediakan layanan dan konektivitas yang memperlancar urusan kantor.

Bagi kalangan ini, tampilan Blackberry yang kurang modis bukan persoalan besar. Namun, sejak kehadiran iPhone generasi pertama, akhir Juni tahun silam, perilaku konsumen mulai berubah. Desain modis iPhone dan keunggulan fitur hiburan, terutama musik dan video, membuat ponsel ini langsung diserbu pengguna telepon.

Jutaan unit langsung ludes. Padahal, ponsel ini hanya dijual di beberapa negara dengan sistem bundling. Sukses serupa dialami penerusnya, iPhone 3G, yang mengusung teknologi akses data lebih cepat.

Kondisi ini memicu vendor-vendor ponsel dunia merilis aneka produk pesaing iPhone 3G. Ada HTC yang melempar seri Touch, Samsung dengan seri i, Nokia dengan seri E, serta Sony Ericsson dengan Xperia X1 yang baru akan dirilis pertengahan September. Mereka beradu kreativitas menciptakan ponsel paling canggih sekaligus nyaman dilihat dan dipakai.

Bagaimana hasilnya? Berikut ini adalah preview ringkas jajaran ponsel yang bersaing merebut hati pengguna ponsel.

Astari Yanuarti

Samsung Omnia i900
Satu Peranti Serba Semua

Pertumbuhan jumlah ponsel pintar berbasis Windows Mobile (Wimo) ternyata berdampak positif bagi vendor ponsel. Mereka harus beradu kreativitas demi membuat tampilan antarmuka yang lebih khas dan aplikasi menarik dengan platform serupa. Salah satu keberhasilan personalisasi terlihat pada Samsung Omnia.

Ponsel berlayar multisentuh ini punya belasan aplikasi peranti lunak tambahan demi memenuhi keinganan para pengguna Wimo. Sebagian dari aplikasi itu tergolong orisinal dan menjadi ciri khas Samsung seri i. Misalnya aplikasi Task Switcher dan Task Manager yang biasa ada di komputer personal.

Task Switcher menampilkan semua aplikasi yang tengah kita jalankan. Jadi, kita bisa dengan mudah memantau sekaligus mematikan aplikasi-aplikasi tersebut cukup dengan satu sentuhan.

Samsung juga menanamkan Video Editor di Omnia, yang memungkinkan kita membuat dan mengedit video dengan format MPEG4. Aplikasi tambahan lain yang tak kalah keren adalah instalasi paket Google, yang meliputi akses Google Search, Gmail, dan Google Maps versi 2.0.1.

Tampilan khas antarmuka Wimo yang kurang atraktif dapat ditutupi dengan penggunaan TouchWiz yang mengakomodasi penggunaan layar multisentuh. Ikon-ikon aplikasi dibuat cukup besar dengan desain lumayan menarik sehingga mudah dibuka lewat sentuhan jari, bukan stylus.

Ada tiga jenis pilihan tampilan layar ketika kita menggunakan aneka aplikasi. Mulai tampilan standar dengan belasan ikon aplikasi, yang terbagi menjadi tiga baris. Lalu tampilan inovatif dengan aneka Widget di sisi kiri layar. Serta tampilan paling nyaman dengan 12 ikon besar di layar. Sayang, kita tetap harus menggunakan tampilan antarmuka asli milik Wimo pada saat akan menutup program. Padahal, antarmuka Wimo penuh dengan ikon dan tulisan kecil yang sulit disentuh dengan jari tangan.

Sesuai dengan makna kata Omnia, yaitu semua hal, kali ini Samsung berhasil merancang peranti all-in-one. Kombinasi seimbang antara fitur bisnis dan fitur hiburan ini terjalin antara kamera 5 MP, media player, browser internet Opera Mobile 9.5, kecepatan HSDPA, hingga navigasi GPS. Ini membuat Omnia menjadi peranti pintar berbasis Wimo dengan performa terbagus. Dari sisi desain dan tampilan antarmuka pun, sudah mendekati kecantikan iPhone 3G.

Fitur Utama:
Jaringan : GSM 850/900/1800/1900 MHz dan HSDPA
Prosesor : 624 MHz Marvell PXA312
Sistem Operasi : Windows Mobile® 6.1 Professional, UI TouchWiz
Memori : 256 MB ROM, 128 MB RAM, dan 16 GB memori internal, slot TransFlash
Dimensi/berat: 112x56,9x12,5mm/122 gram
Layar : 3,2 inchi, TFT 256.000 warna, accelerometer otorotasi, handwriting recognition
Koneksi : Bluetooth, Wi-Fi, mini-USB

Waktu bicara/siaga: sampai 5,5 jam/sampai 21 hari
Harga : Rp 7,5 juta

Kelebihan:
- Kamera 5 MP
- TV out
- HSDPA dengan 7.2 mbps

Kekurangan:
- Layar display kurang terang bila terkena langsung sinar matahari
- Slot stylus tidak ada sehingga mengganggu tampilan fisik

Blackberry Bold
Layar Tajam Koneksi Cepat

Tren layar tajam beresolusi tinggi dan desain modis yang dibawa iPhone membuat vendor ponsel pintar lain berusaha membuat produknya tak terlihat ketinggalan zaman. Bahkan tampilan Blackberry, yang biasanya konvensional dan kurang modis, kini mulai berubah.

Lihat saja Bold yang tampil gaya dengan cover belakang berwarna hitam berlapis krom serta dipadu dengan bahan kulit. Kalau belum puas, tampilan cover belakang bisa diganti dengan aneka warna lain. Terobosan desain ini baru pertama kali dilakukan Blackberry.

Ukuran layar Bold memang tak jauh beda dari pendahulunya, seperti Curve. Tapi kali ini jauh lebih tajam dengan kedalaman warna 480 x 320 dan resolusi 217 ppi. Bold juga dibekali kamera 2 MP yang sekaligus bisa merekam video (fitur yang tak dimiliki iPhone). Selain itu, untuk menjalankan fungsi bisnis, otak Bold sudah di-upgrade dengan memakai 624 MHz Intel PXA270 (seri sebelumnya masih memakai prosesor 312 MHz). Alhasil, pekerjaan multi-tasking tetap bisa berjalan lancar.

Koneksi internet Bold juga ikut tren ponsel pintar, karena sanggup membawa data berkecepatan tinggi, yaitu HSpeed Downlink Package Access (HSDPA). Kita jadi bisa lebih cepat mengunduh attachment e-mail berukuran besar.

Aplikasi bisnis pun dikembangkan lebih canggih dengan penyempurnaan skema Blackberry Solutions, yaitu paket layanan internet, hosting, server enterprise, dan software professional. Ditambah dengan fitur GPS dengan Blackberry Maps untuk menyaingi fitur serupa milik para pesaing.

Di sisi multimedia, terasa ada perbaikan. Misalnya terkait dengan kualitas suara yang lebih mantap. Sehingga ketika disambungkan dengan dual speaker stereo, suara tak pecah. Malah ada tambahan filter equalizer, yang meliputi 11 pilihan musik seperti lounge, jazz, dan hip hop.

Fitur Utama:
Jaringan : GSM 1900/1800/900/850 dan HSDPA

Prosesor : 624MHz Intel PXA270

Sistem Operasi: Blackberry OS
Memori :1 GB on-board + 128 MB Flash dan slot micro SD
Dimensi/berat: 114mm x 66mm x 15mm/ 136g
Layar : 480 x 320 TFT LCD dengan 65,000 warna
Koneksi : Bluetooth, Wi-Fi, mini-USB

Waktu bicara/siaga: sampai 5 jam/sampai13 hari
Harga : Rp 8 juta sampai Rp 9 juta

Kelebihan:
- Ada konektor 3.5 mm headset
- Prosesor lebih cepat dan lebih halus suaranya

Kekurangan:
Kameranya hanya 2 MP

Sony Ericsson Xperia X1
Slider Busur Sembilan Layar

Tak sia-sia Sony Ericsson melakukan hibernasi produksi ponsel pintar pasca-seri P1i. Aksi tiarap nyaris setahun itu ternyata menghasilkan Xperia X1. Ada segudang revolusi yang mereka lakukan pada ponsel pintar paling gres ini.

Seri ponsel tak lagi diawali dengan huruf, tapi dengan nama, yaitu Xperia X1 yang diambil dari kata experience (pengalaman). Terobosan selanjutnya terletak pada desain. Selama ini, ponsel seri P kalah cantik dari para pesaingnya, seperti Nokia Communicator, HTC Touch, dan O2. Apalagi bila dibandingkan dengan ponsel entertainment Apple iPhone dan Samsung seri i.

Kali ini, Xperia tampil beda dengan desain slider busur. Ini paduan ponsel bisnis dengan ponsel entertainment: layar superlebar dengan tetap memakai papan ketik QWERTY. Yang unik, model gesernya ke samping dan melengkung seperti busur. Sehingga, ketika terbuka penuh, layar tetap menghadap ke arah pengguna.

Agar lebih nyaman untuk mengetik, terdapat pemisah horizontal di antara tombol-tombol huruf. Tujuannya, mengurangi kesalahan menekan tombol yang sering dialami pengguna yang mengetik dengan dua tangan.

Nah, agar tambah manis, mereka membuat widget desain antarmuka sendiri. Tampilannya atraktif dan menarik, seperti tampak di panel akuarium mini. Ikan-ikan dalam akuarium menjadi ikon beberapa layanan ponsel seperti SMS, e-mail, dan profil Lucunya, para ikan akan berubah warna jika ada e-mail atau SMS masuk.

Pemakai Xpreria juga bisa memodifikasi panel-panel widget sesuai dengan gaya yang diinginkan. Sembilan pilihan tampilan layar dasar (home screen) membuat ponsel ini bisa tampil lebih personal.

Bukan hanya tampilan fisik yang revolusioner, jeroan Xperia juga beda. Inilah ponsel pintar Sony Ericsson pertama yang memakai sistem operasi milik Microsoft, Wimo versi 6.1. Lengkap dengan paket mobile office, mobile outlook, dan broswer IE. Plus fitur push e-mail dan mobile blogging.

Fitur Utama:
Jaringan : GSM 850/900/1800/1900 dan HSDPA (7,2 mbps)
Prosesor : Qualcomm MSM7200 528 MHz processor
Sistem Operasi: Windows Mobile® 6.1 Professional
Memori : 256 MB RAM, 512 MB ROM, 400 MB memori internal dan slot MicroSD
Dimensi/berat: 110 x 53 x 16,7 mm/ 145 gram
Layar : 3 inchi, 800 X 480 TFT 65.000 warna, layar sentuh dan accelerometer otorotasi
Koneksi : WiFi, Bluetooth, mini-USB
Waktu bicara/siaga: sampai 10 jam/ sampai 18 hari
Harga : Belum diumumkan (diprediksi Rp 7 juta-Rp 10 juta)

Kelebihan:
- Push email
- Layar jernih dan tajam

Kekurangan:
- Memori internal kecil
- Tebal dan berat

Apple iPhone 3G
Ikon Baru Ponsel Multimedia

Secara fisik, nyaris tak ada yang berbeda antara iPhone dan iPhone 3G. Tampilan mukanya serupa, dengan layar 3,5 inci. Namun ada tambahan plastik di cover belakang sehingga bodinya lebih tebal dari iPhone.

Sistem operasi yang dipakai masih sama dengan iPhone 2.0, tapi dengan beberapa tambahan fitur. Yang paling penting adalah aplikasi toko iPhone yang tersambung dengan Microsoft Exchange server. Aplikasi ini membuat pengguna bisa mengunduh dan meng-install langsung dari iPhone 3G, aplikasi pihak ketiga yang jumlahnya lebih dari 500 aplikasi.

Dukungan Exchange ini membuat layanan push e-mail bisa berjalan di iPhone. Begitu pula dengan sinkronisasi kontak dan perjanjian. Tambahan aplikasi ini membuat iPhone 3G beririsan dengan pasar ponsel pintar bisnis yang selama ini dikuasai Nokia dan Blackberry.

Meski mulai menyasar kalangan bisnis, kemampuan multimedia yang selama ini menjadi ikon iPhone terus diperkuat. Sistem desain antarmukanya tetap indah dipandang dan nyaman ketika digunakan. Terutama untuk memutar musik, video, dan game.

Tampilan widget MacInTouch yang meliputi ragam aplikasi Text, Calendar, Photos, Camera, YouTube, Stocks, Maps, Weather, Clock, Calculator, Notes, hingga setting terlihat apik. Masih ditambah dengan aplikasi dengan Google Map yang seolah sudah menjadi fitur wajib semua ponsel pintar.

Fitur Utama:
Jaringan : GSM 850 / 900 / 1800 / 1900 dan WCDMA
Prosesor : 620 Mhz ARM 1176
Sistem Operasi: Apple iPhone 2.0
Memori : 128 MB RAM, dengan memori internal 8 GB dan 16 GB
Dimensi/berat: 115.5 x 62.1 x 12.3 mm/133 g
Layar : 3,5 inci, 16 juta warna, layar multisentuh, accelerometer

Koneksi : WiFi, Bluetooth, mini-USB
Waktu bicara/siaga: sampai 10 jam/12,5 hari
Harga : Dijual bundling oleh operator, seharga US$ 199 (8 GB) dan US$ 299 (16 GB) dengan kontrak dua tahun

Kelebihan:
- UI iPhone 2.0 multifitur dengan tampilan cantik
- Sensor cahaya di layar sangat bagus
- TV output
- iPod audio dan tampilan video sangat smooth

Kekurangan:
- Kamera hanya 2 MP
- Mahal
- Belum ada fitur perekam video

HTC Touch Diamond
Sentuhan Animasi Tiga Dimensi

Ponsel yang satu ini punya tampilan ramping candy bar seperti seri Touch sebelumnya. Nama tambahan Diamond diambil dari fasad cover belakang yang menyerupai bentuk diamond. Pemakaian bahan stainless steel membuat bodi Diamond terlihat kokoh.

Seperti pendahulunya, Diamond juga masuk kategori penantang iPhone 3G. Berbekal sistem operasi Windows Mobile (Wimo) 6.1, Diamond meneruskan tradisi user interface (UI) TouchFLO yang didesain untuk menyaingi UI iPhone. TouchFlo kali ini sudah 3D dan lebih praktis sehingga mempermudah pengoperasian aneka layanan dengan sentuhan jari. Animasi tiga dimensi untuk kontak, pesan, e-mail foto, musik, cuaca, dan sebagainya memang tampil oke.

Tapi masih belum bisa mengalahkan desain UI iPhone yang sedari awal dibuat berorientasi ke multimedia. Beda dengan sistem operasi Wimo yang lebih mengarah ke bisnis. Maka, Diamond tetap dilengkapi dengan stylus mungil. Untunglah, penempatan stylus ini sama sekali tak mengganggu tampilan Diamond, karena menempel di sisi kiri berkat magnet internal.

Namun Diamond selangkah lebih maju karena sudah memakai jaringan pita lebar nirkabel HSDPA berkecepatan 7.2 mbps. Selain menyediakan browser Opera Mobile, Diamond juga membuat browser baru yang telah dikostumisasi. Ini membuat pengguna bisa memperbesar dan memperkecil situs hanya dengan satu tangan dan secara otomatis mengoptimalkan pemunculan isi yang telah diciptakan sesuai dengan besarnya layar. Kenyamanan berselancar di dunia maya makin asyik berkat aplikasi YouTube, yang telah dikustomisasi sehingga bisa melihat berbagai macam video.

Fitur-fitur ini memang bisa menarik hati para pemakai ponsel pintar pemula. Tapi pemakai lawas sedang menantikan kehadiran seri penerus Diamond, yaitu HTC Touch Pro yang akan keluar beberapa bulan lagi.

Bocoran yang sudah beredar, versi terbaru ini berbentuk sliding dengan papan ketik QWERTY, port TC out, baterai yang lebih tahan lama, dan slot micro SD. Sehingga Touch Pro diprediksi akan bersaing sengit dengan Sony Ericsson Xpresia X1.

Fitur Utama:
Jaringan : GSM 900/1800/1900 MHz (versi Asia dan Eropa)
Prosesor : Qualcomm® MSM7201A™ 528 MHz
Sistem Operasi: Windows Mobile® 6.1 Professional, UI TouchFLO 3D
Memori :256MB ROM, 192MB RAM, dan 4 GB memori internal
Dimensi/berat : 102 mm (L) X 51 mm (W) X 11.35 mm (T)/110 gram
Layar : 2,8 inci TFT-LCD, layar sentuh
Koneksi : Bluetooth, Wi-Fi, mini-USB

Waktu bicara/siaga: 4,5 jam-5,5 jam/ sampai 16 hari
Harga : Rp 8 jutaan

Kelebihan:
- UI Touch Flo 3D (efek balok tiga dimensi yang berputar saat berganti-ganti halaman)
- Ringan dan langsing
- Memakai browser Opera 9.5

Kekurangan:
- Tidak ada slot kartu memori eksternal
- Tidak quad band

Nokia E71
Ponsel Bisnis Tertipis

Dibandingkan dengan semua seri E lain, termasuk seri Communicator, bisa dibilang Nokia E71 adalah yang paling lengkap dan penuh fitur. Walau tipis, ponsel ini tergolong cepat menjalankan tugas-tugas yang dibebankan berkat prosesor ARM 11 berkecepatan 369 MHz.
Sebundel fitur untuk komunikasi bisnis juga sudah tertanam, sehingga peranti ini mirip dengan komputer multimedia. Misalnya fasilitas Microsoft Exchange untuk e-mail korporat, paket lengkap mobile office, kalender, daftar tugas, dan kemampuan mengunduh lampiran seperti Word, Excel, Powerpoint, atau PDF.

Juga tersedia fitur untuk kelas enterprise, seperti kemampuan enkripsi memori di peranti maupun kartu dan mobile VPN. Sehingga para profesional bisa mengakses intranet perusahaan, mengunci peranti, dan menghapus semua informasi perusahaan. Selain e-mail korporat, e-mail dari ribuan penyelenggara jasa internet (PJI) di seluruh dunia, termasuk Gmail, Yahoo! Mail, dan Hotmail, juga bisa diakses dengan solusi Nokia Intellisync Wireless Email. Kemampuan push e-mail­-nya bisa mencapai lima e-mail account.

Kelengkapan fitur-fitur bisnis Nokia E71 membuatnya berhadapan langsung dengan Blackberry Bold. E71 punya keunggulan di sisi sistem operasi Symbian S60 yang lebih banyak di pasar daripada sistem operasi Blackberry, sehingga memudahkan penambahan aplikasi. Koneksi E71 juga lebih lengkap dengan tambahan inframerah. Baterainya juga bertahan lebih lama. Apalagi, jika hanya digunakan untuk mendengarkan musik, bisa sampai 16 jam nonstop.

Fitur Utama:
Jaringan : GSM 850/900/1800/1900 dan HSDPA (3,6 mbps)
Prosesor : 369 MHz ARM 11
Sistem Operasi: Symbian 9.2, UI Series 60 v3.1
Memori :128 RAM, 110 MB memori internal, slot TransFlash

Dimensi/berat: 114x57x10 mm/127 gram
Layar : 2,36 inci
Koneksi : WiFi, Bluetooth, mini-USB, infrared
Waktu bicara/siaga: sampai 10,5 jam/ 17 hari
Harga : Rp 4,5 jutaan

Kelebihan:
- Tombol ketik QWERTY nyaman dipakai
- Paling tipis untuk ponsel bisnis
- Baterainya tahan lama

Kekurangan:
- Kualitas kamera 3,15 MP tak begitu bagus dan tidak ada tombol khusus kamera
- Layarnya lebih kecil dibandingkan dengan seri E pendahulunya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar