Selasa, Juli 31, 2007

Telepon Bebas Tanpa Ongkos

Telepon Bebas Tanpa Ongkos

Ponsel berfitur VoIP membuat urusan halo-halo bebas biaya. Menarik minat banyak pengguna. Masih terkendala keterbatasan jaringan dan jumlah ponsel.

Onno W Purbo kebanjiran email. Hampir dua ribu email dari berbagai penjuru nusantara menyesaki mailbox pakar teknologi informasi ini sejak Senin lalu. Ia sampai mengeluh kewalahan menerima email berkapasitas total 10,5 Mega Byte (MB) itu.

Mail server Onno juga terancam mati karena kelebihan beban. Apalagi ia sudah mengirim ratusan email balasan sebesar 3 GB. Untunglah, sebuah situs mau menjadi rumah (hosting) file naskah balasan itu. “Jadi sudah tak perlu email ke OWP ( inisial namanya-red), bisa tewas internet gue,” ujarnya.

Menurut Onno, banjir email ini terjadi usai tampil di acara Republik Mimpi yang tayang di Metro TV Ahad malam lalu. Ia menginformasikan sekilas tentang teknologi ponsel tanpa simcard dan membuat antena pemancar wajanbolic. Penggunaan ponsel tanpa simcard ini membuat pengguna bisa menelepon gratis.

Tentu saja info ini menarik minat banyak orang. Maklum, selama ini muskil menggunakan ponsel tanpa menyertakan simcard. Apalagi digunakan untuk menelepon gratis. Jika ini bisa dilakukan, tentu saja akan menghemat biaya telepon. Maka mereka pun mengirim email pertanyaan bagaimana memanfaatkan teknologi ini.

Pertanyaan mereka bisa jadi mewakili puluhan juta pengguna ponsel di Indonesia. Apakah mungkin menelepon gratis dari ponsel tanpa simcard? Ternyata memang bukan hal muskil. Menurut Onno saat ini di Indonesia sudah beredar ponsel dan PDA (Personal Digital Assistants) yang mendukung teknologi VoIP (Voice over Internet Protocol) dan dibekali WiFi.

Ia menjelaskan paduan dua fitur inilah yang memungkinkan pengguna ponsel bisa menelepon gratis bahkan tanpa mengaktifkan simcard seluler. Syaratnya, pengguna harus berada di daerah hotspot ( kawasan yang terkoneksi jaringan internet nirkabel Wi-Fi). Kini, sudah ada ribuan titik hotspot di Indonesia. “Saat ada di lokasi ini aktifkan WiFi-nya, lalu gunakan VoIP untuk menelepon.Gratis,” jelasnya.

Sepertinya mudah dan sederhana, terutama bagi yang biasa mengakses internet dari ponsel. Tapi bagi yang terbiasa hanya menelepon dan SMS saja, masih banyak pertanyaan di benak. Apalagi untuk mengaktifkan VoIP perlu dilakukan pengesetan seperti membuat profil dari access point, membuat account dari Session Initiated Protocols (SIP) dan profil dari fitur VoIP. (Lihat Panduan Ringkas Mengeset VoIP Ponsel )

Ketidaktahuan ini juga terkait dengan keterbatasan jumlah vendor ponsel dan PDA yang punya fitur VoIP dan WiFi. Di Indonesia tercatat baru ponsel Nokia seri E yang mengusung fitur2 itu. Sedangkan di kelas PDA sudah ada beberapa vendor seperti HP dengan iPaq-nya. “Tapi harus di-install piranti lunak SJPhone untuk Pocket PC yang bisa dicari di Google,” jelas Onno.

Product Manager Enterprise Solutions Nokia Indonesia Trisnawan Tjipto membenarkan bahwa semua ponsel Nokia Seri E bisa digunakan untuk VoIP dan WiFi. Namun baru dua seri E yang beredar di Indonesia yaitu E61 dan E65. Selain itu fitur ini juga melekat pada Nokia N80i. “Seri E61i dan E90i akan menyusul masuk Indonesia kuartal kedua ini,” kata Trisnawan.

Ia mengakui masih banyak pengguna ponsel yang belum tahu kelebihan paduan fitur VoIP dan WiFi. Tak heran saat mendemokan Nokia seri E di Surabaya dan Padang, banyak peserta yang keheranan dan kagum. “Mereka bilang ternyata bisa ya nelepon tanpa memakai simcard,” ujar Trisnawan.

Apalagi, lanjutnya, semua Nokia seri E bisa saling mengenali dan menelepon ke sesama Nokia seri E. Asal, ada di dalam hotspot dan memanfaatkan teknologi SIP VoIP. Saat demo di Surabaya, ia memperlihatkan cara melakukan panggilan VoIP ke sejumlah nomor seluler GSM dan sambungan langsung internasional (SLI). Semua berhasil dilakukan tanpa memotong satu rupiah pun pulsa di ponsel. Tak heran, ponsel seri ini kian diminati masyarakat. Bahkan seri E61 laris manis di pasaran. Sayang, selain jumlah handset yang masih terbatas, harganya masih mahal untuk kantong mayoritas pengguna ponsel di Indonesia. Semua ponsel Nokia seri E masih dipatok minimal Rp 4 juta.

Kendala lain, keterbatasan jangkauan jaringan. Radius WiFi hanya berkisar 30 meter hingga 100 meter. Dan belum ada BTS (pemancar) yang memungkinkan roaming antar hot spot. Namun menurut Onno kendala jaringan ini bisa terpecahkan jika implementasi teknologi WiMAX. Karena jangkauan BTS WiMAX bisa mencapai 50 kilometer. Kecepatan transfer data juga lebih cepat, mencapai 72 Mbps ( mega bit per second). Alhasil kualitas suara VoIP bisa makin oke.

Masalahnya, pemerintah terus menunda tender operator WiMAX. Awalnya tender satu blok frekuensi WiMAX dijadwalkan Februari lalu. Namun akhirnya ditunda hingga pertengahan tahun depan. Alasannya menunggu kesiapan industri komponen local dan penyempurnaan standarisasi WiMAX di dunia.

Meski masih terhadang beberapa kendala, baik Onno maupun Trisnawan optimis, ponsel tanpa simcard punya masa depan cerah. Mereka akan terus melakukan demo dan workshop di berbagai kota di Indonesia, baik bersama-sama mau pun terpisah. Bulan lalu di Surabaya mereka demo bersama. Namun saat di Padang, Kamis ini, Trisnawan sendirian. Sedangkan Onno akan mendemokan ponsel tanpa simcard awal Mei ini di Kampus Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Jakarta.

Astari Yanuarti

Boks
Panduan Ringkas Mengeset VoIP Ponsel

Mengeset layanan VoIP di ponsel, gampang-gampang susah. Nah, berikut ini panduan ringkas yang diberikan Onno W Purbo dan Trisnawan Tjipto berdasarkan demo penggunaan VoIP Nokia E61. Namun pengesetan ini juga bisa diterapkan di semua seri E lain.

1. Buka menu Tools, lalu pilih menu Settings. Diantara beberapa ikon menu yang tampak di Settings pilih ikon Connection. Di sini hanya ada beberapa submenu lagi. Tapi yang dibutuhkan hanya tiga submenu yaitu Access Points, SIP Settings, dan Internet Telephony Settings.

2. Pada menu Access Points, klik option di kiri bawah, lalu pilih jenis sambungan Wireless LAN (WLAN). Lalu gunakan pilihan pencarian otomatis untuk mendapatkan nama sambungan WLAN yang tersedia. Klik keluar.

3. Di menu SIP Settings, ada beberapa parameter yang harus dikonfigurasi dengan benar. Nama profil terserah Anda, namun pada opsi Service Profile pilih IETF dan pada Default Access Point isi sesuai dengan profil Access Point di point 2. Yang terpenting gunakan format nomor@serversip pada opsi Public User Name. Misalnya 23123@voiprakyat.or.id atau sip:2002@192.168.0.2.

4. Selanjutnya pada menu Proxy Server Address ada beberapa hal yang harus dimasukkan seperti alamat IP di Proxy Server Address dan nomor telepon atau username SIP di menu Username. Selain itu Anda bisa menuliskan username Anda di menu Realm. Sedangkan di menu Password isi password yang ada di SIP Server. Anda juga harus memilih Yes pada menu Allow Loose Routing, ketikkan UDP pada menu Transport Type, dan angka 5060 pada Port.

5. Isian serupa dengan poin 4 juga dilakukan pada bagian Registrar Server yang berisi Registrar Server Address, Realm, dan Password.

6. Pada bagian Internet Telephony Setting, masukkan nama profil dan SIP Profile pada Profile Internet Telephony Settings

7. Setelah itu Anda harus membuka menu Connectivity untuk tersambung ke VoIP. Lalu klik ikon Internet Telephony. Ketik nama profil Internet Telephony yang kita gunakan di parameter Preferred Profile. Lalu di parameter Registration Status pilih "When Needed". Lalu saat statu Not Registared tampak, ubah ke Registered. Jawab ya saat muncul pertanya “Create WLAN connection in offline mode”, agar bisa tersambung ke jaringan WiFi. Tunggu hingga pesan “Registration with the Internet telephone service complete”.

8. Ponsel Anda siap digunakan untuk VoIP. Cukup menuliskan nomor telepon yang dituju lalu pilih opsi internet call.

Astari Yanuarti

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar