Rabu, Februari 22, 2006

Menghitung Hari Daftar Prabayar

Artikel di Majalah Gatra edisi 14 / XII 18 Peb 2006

Menghitung Hari Daftar Prabayar

Tenggat pendaftaran pelanggan telepon prabayar tinggal dua setengah bulan. Operator telepon berjibaku menghindari penghangusan nomor pelanggannya.

SUPRIYADI kian sibuk sebulan terakhir ini. Biasanya, pria berusia 24 tahun ini hanya melayani penjualan kartu perdana telepon seluler tanpa banyak cincong. Sekarang Supriyadi harus memberikan ceramah tambahan pada pembeli yang mendatangi kiosnya. "Saya mesti menjelaskan bahwa kartu perdana harus segera mendaftarkan nomornya," kata penjaga Kios Farhan Cell yang terletak di belakang Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, itu.

Saat mengaktifkan nomornya, otomatis mereka akan menerima SMS dari 4444 yang meminta untuk meregistrasi nomor dan identitas pelanggan. Supri pun menyarankan pembeli di kiosnya mematuhi anjuran itu. "Daripada kartunya hangus, lebih baik ikuti SMS broadcast 4444 dari semua operator itu," katanya.

Tapi ajakan Supriyadi tak selalu manjur. Ada saja pelanggan baru yang tak peduli. Atau malas mendaftarkan nomornya karena yakin tidak akan terlacak. Perilaku itulah yang membuat semua operator telepon prabayar bertambah sibuk. Mereka harus berpacu dengan waktu, karena tengat pendaftaran yang ditetapkan pemerintah tinggal dua setengah bulan lagi.

Sebenarnya kebijakan registrasi prabayar berlaku sejak 28 Oktober 2005 lewat Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo). Menuruf Menkominfo Sofyan Djalil, pendaftaran dilakukan untuk menghindari para pencoleng. "Selama ini, penipuan dan teror bom lewat SMS sering terjadi tanpa bisa dilacak pengirimnya," ujarnya. Kebijakan semacam ini juga lazim dilakukan di mancanegara, seperti di Cina, Malaysia, Hong Kong, dan Singapura.

Saking pentingnya registasi pengguna kartu prabayar, pemerintah tak segan memberikan penalti bagi yang membandel. "Kami akan menghanguskan nomor pelanggan yang tidak mau registrasi sampai 28 April 2006," Sofyan menegaskan.

Tak cukup dengan penghangusan nomor, pelanggan yang sengaja memalsukan data yang diberikan pun kena sanksi hukum. Pelanggan nakal bisa dikenai ancaman penjara maksimal enam tahun. Ini merujuk Pasal 263 ayat (2) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang pemalsuan surat identitas.

Meski semangat sudah bulat, pelaksanaannya ternyata tak secepat yang diharapkan. Operator dan pemerintah baru bisa memberikan kepastian tentang tata cara registrasi prabayar pada 15 Desember 2005. Pelanggan punya banyak pilihan untuk mendaftar, dari SMS, website, e-mail, datang langsung ke dealer, hingga menelepon.

Cara paling gampang, ya, melalui SMS ke 4444 itu. Format yang harus dikirim yaitu: No. KTP (SIM/paspor/kartu pelajar/kartu mahasiswa)#nama lengkap#alamat lengkap#tempat lahir#tgl lahir#. "Standar bakunya seperti itu, mungkin ada sedikit perbedaan di tiap operator. Yang pasti, SMS ini gratis," kata Kepala Bagian Umum dan Humas Ditjen Postel, Gatot Dewa Broto.

Meski mudah, ternyata tak menjamin antusiasme pelanggan. Pertambahan pelanggan yang mendaftar masih saja seret. Sebulan setelah resmi diluncurkan, total pelanggan yang mendaftar baru 9,2 juta. Atau baru sekitar 19,11% dari total 48,2 juta pengguna kartu prabayar.

Bahkan, sampai akhir Januari lalu, baru 10,2 juta pelanggan (21,23%) yang mendaftar. "Makanya, kami harap operator bisa meningkatkan usahanya menggiring para pelanggan segera melakukan registrasi," Gatot menambahkan.

Minimnya jumlah pelanggan mendaftar terlihat di PT Mobile-8. Sampai awal Februari ini, pelanggan Fren yang mendaftar baru 4% atau 44.000 dari total 1,1 juta pelanggan prabayar. "Kini kami meringkas sistem pendaftaran lewat SMS dari enam kali menjadi hanya tiga kali kirim SMS," kata Senior Manager Customer Care and Service Mobile 8, Diah Pudjiastuti.

Menurut Dirut Telkomsel, Kiskenda Suriahardja, salah satu penyebab lambatnya proses registrasi adalah budaya menit terakhir yang masih dianut sebagian besar masyarakat Indonesia. Apalagi, pengiriman SMS broadcast juga butuh waktu. Sebab operator perlu menyiapkan lebih dulu server dan jaringan untuk SMS.

Tak jarang kendala teknis juga menghadang. Seperti dialami Indosat di masa awal registrasi. "Pada satu-dua hari pertama sejak pengumuman SMS 4444 memang ada sedikit masalah, tapi kini berjalan dengan baik," ujar Direktur Consumer Market Indosat, Johnny Swandi Syam.

Bagi operator, mendaftar pelanggan prabayar memang gampang-gampang susah. Mereka hanya bisa mengimbau dan memberikan penjelasan dampaknya. Sedangkan sanksinya ada di tangan pemerintah. Berdasarkan data Indosat, ada peningkatan pendaftar dua bulan ini. Jika pada Desember hanya sekitar 90.000 pelanggan per hari, maka pekan terakhir Januari 2006 pendaftar rata-rata 110.000 tiap hari.

"Sampai akhir Januari, pelanggan yang sudah teregistrasi 3,1 juta. Sebanyak 90% pelanggan mendaftar lewat SMS," kata Vice President Public Relation Indosat, Adita Irawati.

Serupa Indosat, pelanggan operator seluler terbesar, Telkomsel, yang mendaftar juga meningkat. Pada 2-6 Februari ini, terjadi penambahan 1,1 juta pelanggan (dari 7 juta menjadi 8,1 juta). Pendaftar terbanyak lewat SMS (4,5 juta), lewat anggota Simpati Zone sekitar 3 juta, dan sisanya lewat website, portal, e-mail, dan gRaPARI. "Kami yakin bisa memenuhi target karena didukung kemampuan tiga server Telkomsel yang khusus melayani registrasi dengan kapasitas 500.000 registrasi sehari," ujar External Communication Telkomsel, Suryo Hadianto.

Meski optimistis, para operator mencoba realistis. Mengejar pendaftaran sekitar 75% pelanggan prabayar hanya dalam dua setengah bulan bukan hal mudah. Makanya, selain terus menggencarkan sosialisasi, mereka juga minta partisipasi lebih banyak dari pemerintah. "Mestinya kampanye SMS broadcast disentralisasi oleh pihak pemerintah," kata GM Marketing Telkomsel, Nirwan Lesmana.

Pemerintah juga diminta mempertimbangkan kembali sanksi penghangusan nomor pelanggan jika belum terdaftar sampai 28 April 2006. Terutama bila sampai menjelang tenggat, jumlah pelanggan yang belum terdaftar masih banyak. Menurut Nirwan, pertimbangan yang perlu diperhatikan adalah jika pelanggan masih punya pulsa, apakah otomatis juga hangus atau diganti. Selain itu, operator pun dirugikan karena pelanggannya berkurang.

Direktur Utama Indosat Hasnul Suhaemi memperkirakan, pendaftaran ini akan membuat pelangganya turun 15%-20%. Toh, Hasnul yakin, penurunan pelanggan tak identik dengan penurunan pendapatan. Sebab pelanggan terdaftar tergolong loyal. Apalagi, proses registrasi membuat pelanggan enggan pindah ke operator lain. "Saya malah memperkirakan, tahun ini revenue naik double digit," katanya.

Astari Yanuarti

Pendaftar Kartu Prabayar Tiap Operator

NO. NAMA OPERATOR JUMLAH PELANGGAN TEREGISTRASI
PRABAYAR

1. PT Excelcomindo 6.802.325 1.200.000
2. PT Mobile-8 1.100.000 38.000
3. PT Telkom 3.094.576 100.000
4. PT Bakrie Telecom 384.408 85.000
5. PT Sampurna 8.066 7.484
(eks PT Mandara)
6. PT Telkomsel 23.000.000 6.400.000
7. PT Indosat 13.800.000 2.400.000
8. PT Natrindo 12.738 1.900
Jumlah Total Sementara 48.202.113 10,232,384

Sumber: Direktorat Jenderal Postel, minggu ketiga Januari 2006

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar